Acupuncture

Sejarah Singkat

Sesungguhnya pengobatan tradisional semacam akupuntur ada juga tumbuh disekitar Asia dan Afrika, tetapi penataan untuk pengembangannya itu dilakukan oleh bangsa China sekitar 5000 tahun yang lalu dan oleh karenanya pada kesimpulannya diakui bahwa China merupakan Negara yang asli menemukan pengobatan itu. Namun istilah akupuntur itu bukan asli bahasa Cina dan oleh karena itu kalau kita menanyakan akupuntur mereka kurang mengerti tetapi istilah di China ada chenciu, (chen artinya jarum dan ciu artinya moksa semacam dupa untuk proses pemanasan).

 

Sedangkan asli bahasa akupuntur itu berasal dari bahasa Yunani yang mempunyai arti Aku dari kata acus artinya jarum dan puncture artinya tusuk jadi Akupuntur adalah suatu ilmu dan seni dengan menggunakan jarum melakukan penusukan pada titik tertentu di dalam meridian. Secara ilmiah dilakukan perangkuman dari para ahli akupunktur waktu itu ke dalam buku Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine. Pada dinasti Ming Akupunktur lebih berkembang dan referensinya juga berkembang dengan dipublikasikannya keseluruh China.

 

Penyebaran akupuntur keluar China dengan berbagai macam jalan dan juga penyebarannya secara bertahap. Pada abad ke-6 menyebar ke Korea dan Jepang yang kemudian digabungkan dengan sistem kesehatan di Negara masing-masing, lalu pada abad ke-8 atau ke-10 menyebar ke Vietnam, dan menyebar ke benua Eropa lewat Perancis pada abad XVI dan akhirnya sampai ke Indonesia juga.

 

Cara Menentukan Penyakit

Menurut TCM (Traditional Chinese Medicine) cara mendiagnosa pada seseorang yang sedang sakit yaitu dengan 4 cara pemeriksaan dan diagnosa yaitu :

  1. Pengamatan/observasi
    Yang diamati adalah pasien secara keseluruhan seperti sikap tubuh, cara jalan, daerah wajah dan daerah mata. Sebagai contoh apakah mukanya pucat atau berwarna kekuningan atau kehijauan, dari postur tubuh apakah tegap atau bongkok, atletis, jalannya biasa atau agak pincang dsb. Pengamatan pada lidah (ada daerah-daerah lidah yang mencerminkan kelainan organ tertentu). Kemudian dapat diamati semangat dari pasien yaitu dari sinar matanya yang dapat menentukan apakah masih semangat atau tidak. Bila tidak semangat maka kesan ada suatu depresi pada pasien tersebut.
  2. Pendengaran
    Yaitu dengan mendengarkan suara napas ada sesak atau tidak, ada suara batuk atau tidak, suara bicara atau suara napas yang lemah menunjukan kesan ada penurunan dari energy (Qi), sebaliknya suara yang agak kasar menunjukkan adanya kelebihan atau bendungan dari energy (QI).
  3. Perabaan
    Pemeriksaan ini yaitu mengadakan perabaan pada daerah yang sakit, dan juga perabaan pada daerah arteri Radialis untuk memeriksa nadi, dan pemeriksaan nadi secara akupuntur sudah ditentukan dengan 3 jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis yang urutannya dapat disebut sebagai chin, kuan dan chek. Ketiga bagian ini telah ditentukan mewakili 6 organ yang dan yin (dimana salah satunya ada organ imaginer tri energizier).
  4. Bertanya (dalam bahasa medis diistilahkan dengan anamenes)
    Yaitu menanyakan secara teliti apakah keluhan utamanya dan sudah sejak kapan sakit dan sudah berobat kemana saja. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini dimaksudkan untuk menggali apakah kasus ini adalah kasus akut apa kronis, sakitnya apakah merupakan penyakit keturunan atau didapat, dari gejala-gejala yang ditanyakan dan informasi kejadian bisa diduga dari mana penyebabnya.

 

Dengan menggabungkan keempat pemeriksaan itu kita dapat menarik akar permasalahannya yaitu penyebab dari penyakit dan bagian organ atau meridian yang terkena. Pada akhirnya dapat disimpulkan apakah lokasi masalah ada di Meridian atau sudah ke organ, dan kualitasnya apakah type difisiensi atau type ekses, juga dapat ditentukan apakah termasuk panas atau dingin dan juga apakah ini diluar atau sudah didalam. Dengan menata itu maka kita akan dapat menarik kesempulannya dan dapat memastikan pasien mengidap gangguan apa saja.

 

Cara Pengobatan

  1. Setelah ditentukan diagnosa seperti diatas maka pengobatannya hanya menyesuaikan dengan keadaan penemuannya. Sebagai contoh suatu diagnosa akupuntur sebagai berikut : Sakit kepala didaerah pelipis sebelah kanan yang menyerang meridian Gall Bladder yang disebabkan oleh karena Angin dingin, disertai kualitas peningkatan Yin (Yang Sie), rasa dingin, masih diluar , maka dilakukan pelaksanaan pengobatan yaitu :
    Dengan jarum akupunktur ditusukkan pada titik simptomatis(biasanya dekat dengan daerah nyeri), di titik kausal, dan dititik yang disebut sebagai Yes atau Ashe point, dan ditusukkan didaerah titik yang dominant dengan sakitnya contoh pada daerah otot ditusuk di titik dominant otot yaitu di GB 34 (yang ling cuan) dilakukan stimulator dilemahkan selama 15 menit.
  2. Karena penderita ini penyebabnya ada cuaca dingin maka penderita kedinginan dan oleh karena itu perlu dihangatkan yaitu diberikan moxa/moksa semacam dupa yang dibakar dan didekatkan pada daerah jarum sekitar 5 menit.
  3. Therapy dilakukan 2 hari sekali sampai 1 bulan.

 

 
 

Terapi Akupuntur di BHCC

Kesimpulan

  1. Merupakan pengobatan tradisional yang berasal dari China sekitar 5000 tahun sebelum masehi.
  2. Merupakan pengobatan alternatif dan komplementer yang dapat dipergunakan untuk perawatan bersama.
  3. Khusus di Indonesia pengobatan dengan akupunktur telah dimasukkan dalam salah satu pelayanan kesehatan di jenjang kementerian kesehatan.
  4. Cara-cara penentuan diagnose dan therapy hampir sama dengan kedokteran konvensional pada umumnya yaitu dengan melakukan pengamatan, pendengaran/penciuman, perabaan pada lokasi-lokasi tertentu dan juga mengadakan wawancara (anamneses).
  5. Setelah ditentukan diagnosa maka baru dilakukan pengobatan dengan melakukan penusukan pada daerah-daerah yang sudah dipilih yang disesuaikan dengan hasil observasi pada pasien. Bisa dilakukan stimulato dengan listrik bisa tidak tergantung dari kondisi pasien, dan juga bisa dilakukan pemanasan bisa dengan moksa (berasal dari dedaunan yang dikeringkan), infra red lamp dan juga bisa dengan TDP (Trans Deep Penetration).
  6. Dosis pemberian therapy sekitar 10 sampai 15 menit untuk sekali pengobatan, dan bisa diulangi setiap 2 hari sekali, sampai mencapai 12 kali (kurang lebih sekitar 1 bulan).

Demikianlah hal-hal secara umum yang dapat kami uraikan tentang gambaran umum pengobatan dengan akupuntur. Semoga penjelasan yang singkat ini telah membantu anda untuk dapat memahami manfaat pengobatan dengan metode akupuntur.