Selamat dari Kanker Hidung atau Cystic Carsinoma Berkat Ramuan Hsen Chii International

Kanker adalah sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, hingga mengalami pertumbuhan yang tidak teratur. Kanker bisa terjadi di berbagai jaringan dalam berbagai organ sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangbiakannya. Sel-sel kanker membentuk massa dan jaringan ganas yang menyusup ke jaringan didekatnya dan bisa menyebar (metastasis) keseluruh tubuh.

Sejumlah faktor lingkungan juga meningkatkan resiko terjadinya kanker. Menurit Mr. Chai (Konsultan senior Hsen Chii) kanker cenderung terjadi jika sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi normal. Banyak jenis kanker. Salah satunya, kanker hidung yang pemicunya bisa polusi udara maupun makanan. Misalnya makanan yang dibakar tanpa menggunakan alas, hingga terkenan langsung oleh arang dan apinya. Menurut Mr. Chai dalam arang itu ada zat karsinogen, yakni zat perusak sel yang juga dapat memicu kanker.

Ada beberapa gejala awal kanker hidung, Seperti pilek terus menerus, kemudian mengeluarkan lendir disertai darah, merasa nyeri hidung, bernanah (tercium bau bangkai), pusing atau bisa juga nyeri kepala karena dari dalam panas, antibodi bermasalah.

Adalah Made Suartawan yang pernah terserang kanker hidung dan akhirnya tersembuhkan. “ terimakasih pada sang Hyang Widhi, saya dipertemukan dengan ramuan yang dapat menyembuhkan saya dari penyakit ganas kanker hidung ( Cystic Carsinoma ). Memang agak terlambat,†ujar Made Suartawan (43)

Dalam ucapannya itu terefleksi penyesalannya. Mengingat tiga kali menjalani operasi, dia harus tetap pontang-panting, mencoba segala cara, medis maupun nonmedis.Made Sutarwan mulai putus asa, karena hidungnya masih sering meneteskan darah segar. Setelah operasi yang ketiga, Sutarwan mendapatkan referansi dari seorang penderita yang sembuh dari penyakit yang sama berkat ramuan Hsen Chii

Sungguh ajaib darah dihidungnya bisa berhenti total dan tidak ada rasa sakit. Begitu pula pusing serta nyerinya. Kini ia dapat hidup tenang menjalani aktifitas sehari-hari.

Made Sutarwan mulai terserang kanker hidup tahun 1999. Ia sering pusing, nyeri, dan hidungnya mengeluarkan air. Selanjutnya, air yang keluar dari hidung berganti darah segar. Ia memeriksakan diri ke dokter THT, kemudian kedokter ahli darah, dokter syaraf dan dokter ahli tumor di Denpasar.

Hasil biopsy dari hidungnya sebesar 1,5 x 1,5 cm, oleh dokter Mulyadi ( ahli patologi ) dinyatakan sebagai kanker ganas ( Cystic Carsinoma / Adeno Carsinoma ). Suartawan terguncang jiwanya.

Atas petunjuk dokter, Suartawan menjalankan operasi di rumah sakit Tohpati ( Maret 1999 ) dan dinyatakan sembuh. Beberapa bulan kemudian, timbul lagi gejala yang sama seperti awal. Mei 2000 ia menjalani operasi kedua dan dikemoterapi 4 kali dirumah sakit umum Denpasar.

Akhir 2001, daging tumor dihidungnya tumbuh lagi. Ia berusaha berobat selama 2 tahun, cara Bali maupun alternatif. Kata dokter walaupun sudah dioperasi tetap ada kemungkinan tumbuh lagi. Suartawan brobat dengan tusuk jarum. Karena tak kuat menahan sakit, setelah beberapa kali, ia berhenti berobat. Ia berdalih mengkonsumsi mengkudu. Hasilnya tetap nihil.

Akhirnya saran dokter diterima, operasi ketiga kalinya 19 Desember 2001. Saran untuk kemoterapi dan harus menjalani radioterapi ( penyinaran ) di Yayasan Kanker Dharmais di Jakarta, ditolak dengan pertimbangan biaya mahal dan tidak ada famili di Jakarta.

Trauma kemoterapi pernah membuat Suartawan sangat menderita, maka saran ke RS Dharmais di Jakarta pun diabaikannya. Pengobatan medis berulang-ulang dan tak kunjung sembuh membuat ia mengkonsumsi ramuan herbal Hsen Chii. Tanpa terasa telah lima bulan berlalu, ia lupa pernah mengidap penyakit kanker yang sangat menakutkan.

Kini ia tak pernah merasa pusing maupun mimisan. Makan jadi enak, tidur baik, kondisinya stabil dan bekerja seperti biasa. “ Saya seperti hidup kembali,†ujar Suartawan.

Untuk berbagai penyakit keluhan penyakit, konsiltan senior Hsen Chii International, Mr. Chai, siap membantu.

Tags: