Medical Ozone Sebagai Salah Satu Alat Terapi Anti Aging

Obat anti aging atau anti-penuaan adalah puncak dari gabungan bioteknologi dengan obat pencegahan penuaan secara klinis yang canggih. Penerapan teknologi ilmiah dan medis canggih ini dikhususkan untuk mendeteksi dini, pencegahan, pengobatan, dan pembalikan usia yang terkait dengan disfungsi, gangguan, dan penyakit pada manusia.

Ini adalah suatu model kesehatan yang didukung oleh ilmu pengetahuan yang inovatif dan penelitian jangka panjang untuk memperpanjang umur sehat pada manusia. Dengan demikian, obat anti-penuaan didasarkan pada prinsip-prinsip perawatan medis yang baik dan bertanggung jawab yang konsisten diterapkan pada spesialisasi kesehatan preventif. Tujuannya untuk memperpanjang umur serta memperpanjang rentang waktu kesehatan agar kita mampu hidup lebih produktif dan mandiri.

Prinsip obat anti-penuaan adalah sebagai berikut:
1. Ini merupakan ilmiah. Praktek anti-penuaan diagnostik dan pengobatan mesti didukung oleh bukti ilmiah dan karena itu tidak dapat dicap sebagai anekdot.
2. Ini berbasis bukti. Obat anti-penuaan didasarkan pada proses yang teratur dan berkesinambungan untuk memperoleh data dalam rangka merumuskan kajian ilmiah dan obyektif atas pengobatan mana yang efektif diberikan.
3. Terdokumentasi dengan baik oleh jurnal review.

Dari sekian banyak obat dan terapi anti aging, salah satunya yang akan kita bahas adalah terapi Ozon. Mengapa Ozon bisa kita katakan sebagai suatu obat anti penuaan atau alat terapi? Mari kita lihat poin pertama, bahwa ini merupakan ilmiah. Adalah Charles Fabry, fisikawan Prancis, yang pertama kali menemukan adanya lapisan ozon yang menyelimuti bumi, pada 11 Juni 1913.

Ozone adalah senyawa yang terbentuk dari oksigen, ini adalah O3. Ozone ini seperti "pengisi ulang super" yang akan membentuk oksigen. Biasanya kita temukan di lapisan atmosfer sebagai lapisan ozone, yang akan bertindak sebagai pelindung kita dari radiasi ultraviolet yang membahayakan. Dengan demikian poin kedua telah dipenuhi yaitu bukti bahwa Ozone sangat bermanfaat dan vital bagi manusia.

Karena sifat ozon yang sangat tidak stabil, maka gas ozon O3 akan cepat berubah kembali menjadi oksigen O2. Karena itu dikembangkanlah suatu generator ozon dan ozon yang dalam kadar rendah ini bila dimasukkan ke dalam tubuh manusia dapat bermanfaat untuk menghancurkan radikal bebas dan kolesterol. Di dalam tubuh, ozon dengan cepat berubah menjadi senyawa yang kaya oksigen dan diserap dalam darah. Ozon ini dapat membunuh bakteri, virus dan jamur sekaligus karena adanya daya oksidasi yang sangat kuat dari gas ozon.

Penggunaan Ozon untuk kedokteran dimulai tahun 1915 oleh Albert Wolff seorang dokter Jerman yang digunakan untuk mengobati luka-luka secara eksternal. Jerman menggunakan teknik pengobatan ozon ini secara intensif pada perang dunia kesatu untuk mengobati luka-luka korban perang dan infeksi anaerobik. Pada tahun 1932, Dr. E.A.Fisch, seorang dokter gigi Jerman mulai menggunakan Ozon untuk kedokteran gigi. Seorang pasiennya yang juga dokter, tertarik pada teknik pengobatan ozon ini, lalu mencobakan terapi intravena pada dirinya sendiri untuk mengatasi penyakit gangguan sirkulasi darah. Dr. Erwin Payr, dialah pelopor penggunaan ozon untuk terapi sistematik, bersama-sama dengan P.Auburg seorang Dokter Perancis.

Semenjak itu, terapi ozon berkembang dengan pesat di Jerman, ratusan dokter telah menggunakan alat ozon selama 20 tahun berikutnya, diperkirakan lebih dari 10 juta pengobatan dengan ozon telah diberikan kepada satu juta pasien di Jerman selama 40 tahun terakhir.

Berawal dari Jerman, terapi Ozon kemudian berkembang ke seluruh dunia. Ozon terus diteliti kaitan risetnya, bahkan Lembaga Ilmiah prestisius Cuba; National Academic for Scientific Research (CENIC) di Havana telah membentuk Departemen Ozon pada tahun 1994. Ini artinya lembaga tersebut akan rutin merilis jurnal review yang berkaitan dengan terapi Ozon, sesuai dengan poin ketiga diatas.

Ozon dapat digunakan dengan beragam cara untuk meningkatkan kesehatan kita dan meregenerasi sel tubuh kita, diantaranya melalui:
1. Terapi ozon vagina pada wanita. Di metode ini gas ozone dimasukkan ke dalam liang vagina yang akan membersihkan saluran vagina, serviks dan rahim. Cara ini bagus untuk mengatasi masalah gangguan kesuburan, keputihan, infeksi pada saluran rahim dan fibroid, bahkan masalah seputar kanker serviks.
2. Terapi Ozon seluruh tubuh atau yang dikenal dengan Medical EBOO Therapy. Ini adalah metode yang sangat tepat melakukan terapi ozone secara menyeluruh dan untuk anti penuaan. Teknik ini dlakukan dengan cara menyalurkan darah melalui vena pada lengan yang satu dialirkan ke dalam filter (yang prinsipnya serupa seperti filter dialisis) kemudian perlahan darah yang bersih akan dicampurkan dengan ozon dan darah yang telah kaya oksigen ini kemudian masuk melalui vena lengan yang satunya. Proses ini berlangsung selama 45 menit, sebanyak 5 liter darah dilewatkan melalui selang ozon ini dan yang tersisa hanya sampah dan lemak darah di dalam filter. Selang ini sekali pakai langsung dibuang jadi aman tidak ada efek samping atau pun terkontaminasi dengan udara luar.

Manfaat dari terapi ozon mampu mengobati ganguan penyakit cardiovaskular, jantung koroner, angina, hipertensi, diabetes, stroke, infeksi virus seperti HIV, Herpes, Hepatitis, bakteri dan jamur, juga untuk melawan kanker.

Terapi Ozon pada seluruh tubuh merupakan kemajuan yang sangat berarti di bidang anti aging dan perawatan kesehatan secara alami. Berikut adalah perbedaan darah yang keluar dari tubuh, tampak sangat kotor dan sebelahnya adalah darah yang sudah dibersihkan dan melalui filterisasi ozon.

Perbedaan darah sebelum dan sesudah ozon Perbedaan darah sebelum dan sesudah ozon

Kini klinik terapi Ozon sudah hadir di Indonesia khususnya di Bali, untuk informasi lebih lengkap tentang cara pengobatan anti aging melalui alat terapi Ozon anda dapat menghubungi klinik Ozon di Bali's Health Care Center.

Tags: